SEBERCAK KRITIK BAGI HUKUM PIDANA INDONESIA

Fajar Romy Gumilar

Hukum haruslah senantiasa berkembang dinamis dalam kehidupan manusia agar tidak terlalu jauh tertinggal dari apa yang diaturnya karena pada hakekatnya tujuan hukum adalah penegakkan keadilan, kepastian, & kemanfaatan. Jika hukum sudah tertinggal sangat jauh dari apa yang diaturnya maka mana mungkin penegakan keadilan, kepastian, & kemanfaatan itu akan tercapai. Begitu pula dengan hukum pidana yang berfungsi melindungi kepentingan hukum dari perbuatan yang hendak memperkosanya (Rechtsguterschutz), hukum pidana dituntut lebih dinamis dari cabang hukum yang lainnya karena memang kejahatan dan pelanggaran yang diatur dalam hukum pidana lebih cepat berkembang.

Namun, pada kenyataannya hukum pidana Indonesia sangat jauh tertinggal dari apa yang diaturnya. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang menjadi induk hukum pidana di Indonesia Sudah sejak lama diterapkan di Indonesia, terhitung sejak tahun 1918 yang pada masa penjajahan belanda bernama Wetboek Van Strafrecht Voor Nederlansch Indie (W.V.S)  dan pada tahun 1946 diadopsi oleh kita. Jika di ibaratkan sebagai manusia mungkin KUHP Indonesia bisa digambarkan sebagai manusia tua renta seperti cerita di dalam film titanic, yang sekarang sedang menceritakan masa mudanya yang penuh dengan tantangan dan petualangan karena memang sang KUHP sekarang sudah usang dan tidak ada lagi taring untuk melawan semua pelanggar-pelanggarnya. KUHP tidak pernah dirubah sejak lahirnya atau minimal di beri suplement untuk menguatkan otot-otot keadilan dan kepastian didalamnya pun tidak. Kebijakan yang dibuat pemerintah adalah mengeluarkan Konsep KUHP (RUU) yang masih digodok sejak berpuluh tahun yang lalu dari masa orde baru. Belum lagi Konsep KUHP diketok dan disahkan, pemerintah malah mengeluarkan kebijakan yang melahirkan undang-undang baru dari dalam KUHP, yang akibatnya adalah tercecernya perundang-undangan yang mengatur masalah pidana dari induknya (KUHP) yang terkesan berantakan, tidak tertata rapih dan kumuh.

Oleh karena itu, seharusnya Konsep KUHP segera dijadikan hukum positif untuk Indonesia tanpa kompromi-kompromi politik lagi karena ini menyangkut kehidupan masyarakat kita yang membutuhkan payung hukum yang lebih jelas dari tindak pidana kejahatan maupun pelanggaran. Toh, konsep KUHP sudah dibuat oleh ahli-ahli hukum Indonesia yang handal dan tidak diragukan lagi kemampuannya. Dengan di sahkan konsep KUHP nanti, sang kakek tua renta itu pun bisa digantikan penerusnya yang lebih kuat dan berotot untuk melindungi kepentingan hukum dan tercapainya tujuan hukum. Selain itu, kita dapat menata kembali Undang-undang yang tadinya tercecer dari induknya dan agar tidak ada lagi keruwetan dalam hukum pidana Indonesia. Bukan hanya itu, hukum kita juga perlu adanya pembaharuan yang progresif atau paling tidak aparat penegak hukum lah yang bersikap progresif, ketika konsep KUHP itu masih menjadi perdebatan di anggota dewan paling tidak aparat penegak hukum bisa memulainya dengan keberanian untuk mengatasi suatu kasus dimasyarakat yang belum ada hukumnya dengan legalitas materiil karena norma-norma yang berlaku sebagai legalitas materiil dalam masyarakat kita sangat kaya akan nilai-nilai budi pekerti dan bisa menjadi sumber hukum baru alternatif hukum positif kita yang sudah usang

06/19/2009 at 9:30 am 2 komentar

prita oh…prita

baru saja jagad hukum pidana kita dihentakkan oleh adanya penangkapan dan penahanan Prita. seorang ibu rumah tangga di tangerang yang bermaksud “ngudo roso” atas pelayanan “buruk” rumah sakit Omni Internasional malah berujung di jeruji besi….dia menulis e mail kepada kawanya tentang malpraktik di rumah sakit tersebut…. eee malah dia dituduh telah melakukan pencemaran nama baik dan sekaligus dijerat dengan UU ITE…. mari pikir… saudaraku pncinta hukum pidana???? undang-undang (hukum) dibuat seharusnya menjadi penentram warganya justru bukan menjadi pengancam, algojo yang mengerikan…. jangan tunggu lama-lama atas jatuhnya korban-korban berikutnya…..saya mengundang kepada saudara untuk menanggapi tragedi ini….tragedi yang menyayat hati….. prita..oh..prita… betapa malang nasibmu….

06/03/2009 at 1:04 pm 3 komentar

Bagi yang mau download materi Case Study PSC

Bagi temen – temen yang mau download materi  case study yang diadakan Penal Study Club dapat didownload di page galery atau langsung copy paste link dibawah ini : https://penalstudyclub.files.wordpress.com/2009/05/kriminologi-dalam-tindak-pidana.ppt

Jangan lupa untuk meninggalkan komentar setelah download file ini ya…

=admin=

05/29/2009 at 8:51 am Tinggalkan komentar

SINKRONISASI SISTEM PERADILAN PIDANA TERPADU

Didalam sistem peradilan pidana, akan sulit berkembang dan menjalankan tugasnya dengan baik tanpa adanya dukungan dan sinkronisasi dengan lembaga atau pihak yang lainnya. Untuk sinkronisasi dalam sistem peradilan pidana sendiri, harus disinkronkan dengan 3 (tiga) sinkronisasi, yaitu sinkronisasi substansi, struktural, dan kultural. Didalam sistem peradilan pidana, ketiga pilar ini harus tetap seiring dan sinkron untuk dapat menjalankan sebuah sistem peradilan pidana yang benar – benar terpadu.

Continue Reading 05/29/2009 at 8:07 am 1 komentar

KEBIJAKAN HUKUM PIDANA DALAM TINDAK PIDANA PERZINAHAN

Dalam pemikiran masyarakat pada umumnya zina yang diterangkan dalam KUHP kita hanya menjerat orang melakukan zina jika salah satunya terikat tali perkawinan, berarti jika orang yang melakukan zina yang keduanya belum memiliki tali perkawinan maka perbuatan tersebut tidak dipidana. Lagipula, pasal 284 KUHP adalah delik aduan yang tidak memungkinkan perbuatan itu dipidana Jika tidak ada yang mengadukan dari pihak yang dirugikan(suami atau istri yang dikhianati pasangannya)

Continue Reading 03/27/2009 at 7:45 am 62 komentar

Kabar Terbaru..!! (harus Dibaca.!)

Untuk lebih meningkatkan kualitas dari blog kecil Penal Study Club ini, dan juga untuk membantu temen – temen yang ketinggalan berita di Buletin KUHP. maka kami sudah menyediakan kolom khusus untuk berita – berita yang telah terbit di Buletin KUHP. dan teman – teman juga bisa memberikan komentar terhadap berita – berita dan artikel saudara sendiri.

semoga ini bisa menumbuhkan keinginan saudara – saudara untuk menulis dan memuatnya di buletin KUHP. Selain itu kami juga sudah menyediakan halaman GALERY sebagai wadah photo – photo / Dokumentasi kegiatan dari Penal Study Club, maka untuk itu, bagi teman – teman yang memiliki arsip dokumentasi kegiatan Penal Study Club, agar diserahkan kepada Admin, untuk di upload di Blog kita ini.

Terimakasih.

= Admin =

02/24/2009 at 2:27 am 1 komentar

Peran Media massa terhadap tindak pidana di masyarakat

Salah satu instrument penting dalam kehidupan masyarkat adalah informasi. Media massa sangat penting dalam menyampaikaan informasi lokal maupun universal. Akan tetapi di masa sekarang peran media berpengaruh terhadap tindak kriminal dimasyarakat. Bagi masyarakat dampak positifnya tayangan informasi kriminal menjadikan pelajaran terhadap perilaku sehari-hari, biasanya masyarakat tersebut akan lebih berhati-hati dalam berkehidupan sehari-hari. Secara tidak langsung masyarakat dapat mempelajari apa yang boleh di perbuat dan apa yang tidak boleh dilakukan, masyrakat akan tahu aturan dan sangsi yang dikenakan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga media massa juga berperan dalam membentuk kesadaran hukum masyarakat.

Continue Reading 12/12/2008 at 9:09 am Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama Pos-pos Lebih Baru


Arsip

ADMIN

PSC RANK ON ALEXA

Alexa Certified Site Stats for www.penalstudyclub.wordpress.com

Top Clicks

  • Tidak ada