LEGAL DRAFTING As PROMINENT PRODUCTION LAW FACULTY UNNES

03/29/2010 at 11:42 pm 2 komentar

Oleh : Darwanto

Legal drafting adalah suatu ilmu di bidang hukum yang konsentrasi keilmuannya adalah di bidang perancangan konstitusi negara sebagai contohnya adalah pembuatan Undang – undang dan Perda. Legal drafting ini adalah merupakan salah satu tugas wajib dewan legislatif atau DPR dalam menciptakan keamanan, kenyamanan dan ketentraman bagi seluruh masyarakat. Orang yang ahli dalam membuat perancangan undang-undang disebut dengan Legal Drafter.

Dalam membuat sebuah rancangan UU atau perda kita harus memperhatikan kajian – kajian teoritik dalam pembentukan hukum, karena hukum merupakan suatu instrument sosial yang berfungsi mengintegrasikan berbagai kepentingan sosial, agar berbagai kepentingan tersebut tidak bertentangan atau berbenturan, dan sebaliknya terjadi keteraturan dan terlindungi ( Nurul Ahmad : 2008 ).

Pembuatan Undang – Undang pada dasarnya merupakan suatu aktifitas yang melibatkan struktur sosial dan perilaku masyarakat dimana hukum itu dibentuk ( Satjipto R : 1999 ). Pembentukan hukum di lihat dari perspektif sosial berarti akan melihat sejauh mana keterpengaruhan faktor social sebagai latar belakang, pendekatan, muatan isi, proses pembentukan, dalam dan penegakannya.

Pembentukan hukum / undang – undang tidak dapat dipisahkan dari latar blakang SDM legislative / pemerintah, politik, partisipasi positif / negative masyarakat, sarana/prasarana. Konstelasi politik tidak berimbang cenderung akan menghasilkan hukum / UU yang kurangg adil. System politik yang otoriter akan menghasilkan hukum yang represif, dan jika sistem politik yang demokratis akan menghasilkan hukum yang responsive.

Dalam pembentukan sebuah hukum / UU bahan – bahan yang digunakan merupakan hasil dari sbuah ide atau gagasan yang dilihat dari realitas social yang ada, yang kemudian keadaan social tersebut di normakan yang memiliki sanksi agar supaya terjadi keselarasan didalam masyarakat. Sebagai contonya adalah maraknya peredaran miras yang meresahkan masyarakat yang dapat merusak kesehatan masyarakat dan merusak generasi penerus bangsa. Oleh karena itu pemerintah memerlukan sebuah peraturan untuk mengatur tentang peredaran miras di tengah – tengah masyarakat.

Agar dalam pembentukan hukum / UU dapat diterima masyarakat sabaiknya didalam sebuah naskah akademik di muat 3 hal yaitu landasan yuridis, sosiologis dan filosofis. Naskah akademik adalah suatu uraian mengenai latar belakang di buatnya hukum atau UU tersebut yang berisi landasan yuridis, sosiologis dan filosofis.

Dalam pembentukan sebuah hukum / UU harus memperhatikan beberapa proses pembuatan Hukum yaitu tahap iniasi yaitu tahap munculnya gagasan perlunya hukum dimasyarakat. Tahap Sosio – Politis yaitu dimana gagasan perlunya hukum dibicarakan, di uji dan di selaraskan sendiri oleh masyarakat. Tahap ini merupakan tahap pematangan dan penajaman. Tahap Yuridis, yaitu tahap penyusunan bahan ke dalam rumusan hukum dan kemudian diundangkan dan yang terakhir tahap Pembentukan Peraturan Undang- Undang itu sendiri ( UU no. 10 th 2004 ).

Terkait dengan keahlian didalam merancang sebuah hukum / UU, fakultas hukum adalah sebuah fakultas yang memiliki keahlian khusus di bidang Legal Drafting. Bukti ini adalah FH di percaya untuk membuat Perda Miras Kota Semarang, Perda Pendidikan Kota semarang dll. Selain itu FH Unnes akan membuat sebuah klinik yang menangani persoalan di bidang Hukum yang salah satu konsentrasinya adalah di bidang Legal drafting.

Untuk menghasilkan para mahasiswa yang mahir di bidang Legal Drafting, para mahasiswa di bentuk tim legal draftingFh Unnes dan di ikut sertakan dalam pembuatan proyek Legal drafting oleh para dosen – dosen yang berkompeten dalam bidangnya. Bukti bahwa Fh Unnes adalah Fakultas Hukum yang berkualitas dan layak di sandingkan dengan FH di universiatas lain di seluruh indonesia adalah Team LD FH Unnes mampu memperoleh peringkat 5 setelah UI dalam kompetisi Law Fair di Unpad Bandung dengan membuat UU Penyadapan , dan yang paling hebatnya lagi , dalam pembuatan naskah akademik Team LD FH Unnes hanya membuat naskah akademik dengan waktu 2 hari. Dan para team ini belum mendapatkan mata kuliah Legal Drafting.

Kita patut berbangga hati dan harus terus berjuang untuk Fakultas Hukum Unnes Tercinta. Dengan produk – produk keilmuan di bidang hukum, FH Unnes siap bersaing dengan FH di seluruh indonesia.

Entry filed under: Berita. Tags: , .

ORGANISASI PSC ”SEBUAH BABAK BARU” MUNAS HKPSI KE-1

2 Komentar Add your own

  • 1. sang guru  |  03/30/2010 pukul 7:51 am

    selamat juga…saya sampaikan pada tim Legal Drafting FH Unnes….meski tim debat belum mengukir prestasi gemilang..tetapi ini sebuah keberanian untuk mengajukan delegasi…jangan pernah takut..jangan pernah ragu…dan jangan gentar…
    maju terus FH Unnes…Viva FH, Viva PSC dan Viva kita semua….

    dari pojok padepokan “Judicio”

  • 2. agust hutabarat  |  03/30/2010 pukul 8:36 am

    Untuk tim debat berhasil memperoleh urutan ke-4 dalam perolehan poin,,
    artikelnya mungkin akan menyusul…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

ADMIN

PSC RANK ON ALEXA

Alexa Certified Site Stats for www.penalstudyclub.wordpress.com

Top Clicks

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: