prita oh…prita

06/03/2009 at 1:04 pm 3 komentar

baru saja jagad hukum pidana kita dihentakkan oleh adanya penangkapan dan penahanan Prita. seorang ibu rumah tangga di tangerang yang bermaksud “ngudo roso” atas pelayanan “buruk” rumah sakit Omni Internasional malah berujung di jeruji besi….dia menulis e mail kepada kawanya tentang malpraktik di rumah sakit tersebut…. eee malah dia dituduh telah melakukan pencemaran nama baik dan sekaligus dijerat dengan UU ITE…. mari pikir… saudaraku pncinta hukum pidana???? undang-undang (hukum) dibuat seharusnya menjadi penentram warganya justru bukan menjadi pengancam, algojo yang mengerikan…. jangan tunggu lama-lama atas jatuhnya korban-korban berikutnya…..saya mengundang kepada saudara untuk menanggapi tragedi ini….tragedi yang menyayat hati….. prita..oh..prita… betapa malang nasibmu….

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Bagi yang mau download materi Case Study PSC SEBERCAK KRITIK BAGI HUKUM PIDANA INDONESIA

3 Komentar Add your own

  • 1. penalstudyclub  |  06/03/2009 pukul 1:14 pm

    dari kasus ini saya menyimpulkan bahwa sistem hukum kita masih buruk, karena pidana dijadikan satu2 ny hal untuk menyelesaikan masalah,,,
    menurut saya lingkup UU ITE ini trlalu sempit, dimana menurut saya dia menyampaikan keluhan buat teman ny melalui email itu bukan merupakan pencemaran nama baik, dia hanya berniat untuk sharing dng teman2 ny tentang hal pelayanan yang di dapatnya dr RS,,bkn berniat untuk mencemarkan nama baik dari RS itu,,,
    jadi menurut saya begitu tidak adil hal ini buat prita,,,,

  • 2. zakariya  |  06/05/2009 pukul 3:51 am

    menurut pendapat saya ada faktor kriminogen dalam SPP penanganan kasus prita terlihat dari dakwaan jaksa penutut umum yang yang di bacakan pada tanggal 4 juni kemaren terlihat ti dak memenuhi unsur-unsur perbuatan pencemaran nama baik ,di tambah dengan pernyatanan dari jaksa agung hendraman supanji yang menyatakan bahwa “jaksa tidak profesional “

  • 3. zainur rovick  |  06/14/2009 pukul 5:24 am

    dilihat dari tugas seorang jaksa harus menuntut dengan pasal yang sedapat mungkin menjerat tersangka, jadi jaksa diperbolehkan sesuai asas lex spesialis derograt lex generalis. namun dilihat dari segi UU jaksa harus terpacu dengan berkas perkara yang dibuat oleh penyidik.
    dari itulah kita dapat melihat bahwa ketika prita mengungkapkan bahwa RS omni telah melakukan penipuan maka tidak ada kata lain bahwa prita harus membuktikan apa yang ditulisnya tersebut. kita serahkan saja semuanya pada pengadilan mana nanti yang benar…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

ADMIN

PSC RANK ON ALEXA

Alexa Certified Site Stats for www.penalstudyclub.wordpress.com

Top Clicks

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: