SUATU TINJAUAN TENTANG CONTEMP OF COURT

11/07/2008 at 5:14 am 4 komentar

Oleh : Saut Pandiangan

Akhir-akhir ini kita sering melihat baik secara langsung ataupun melalui media, suasana ruang sidang yang tak ubahnya seperti sebuah pasar tanpa aturan. Para pengunjung sidang terlihat berteriak-teriak, bertepuk tangan, memakai topeng, dan melempar kursi kearah majelis hakim. Tak jarang pula terlihat pemandangan “pertengkaran” seorang penasihat hukum dengan ketua majelis hakim yang diakhiri dengan pengusiran penasehat hukum tersebut dari ruang persidangan. Dilain waktu di Pengadilan di Banda Aceh, dalam sidang lanjutan kasus ketua Sentra Informasi Referendum Aceh (SIRA), Muhammad Nazar, terjadi perang mulut yang mengarah kepada pelecehan-pelecehan pribadi antara jaksa dan penasehat hukum dari terdakwa. Hakim yag saat itu bertindak sebagai ketua persidangan tidak bias berbuat banyak. Berbagai situasi yang digambarkan diatas kerap terjadi dalam proses persidangan di Indonesia. Tindakan-tindakan pelecehan terhadap peradilan ini sebenarnya bukanlah hal baru. Namun berbagai tindakan tersebut makin sering terjadi semenjak bergulirnya era reformasi yang lebih bebas. Tindakan dan situasi yang terjadi seperti yang disebutkan diatas dapat dikatakan sebagai tindakan Contempt Of Court.Contempt Of Court adalah suatu mekanisme hukum yang pertama kali timbul dala system Common Law dengan Case law­-nya, diantaranya adalah Inggris dan Amerika Seriakt. Menurut sejarah, Contempt atau penghinaan merupakan perbuatan dalam menentang setiap perintah langsung kepada raja atau perintahnya. Pengaturan tentang Contempt Of Court dimaksudkan untuk menegakkan dan menjamin proses peradilan berjalan tanpa rongrongan dari berbagai pihak, antara lain pihak yang terlibat dalam proses peradilan, mass media, maupun pejabat pengadilan itu sendiri. Pengaturan tentang Contempt Of Court merupakan upaya hukum untuk membela kepentingan umum dan supremasi hukum agar proses peradilan dapat dilaksanakan dengan sewajarnya dan adil, tanpa diganggu, dipengaruhi atau dirongrong oleh pihak-pihak lain, baik selama proses peradilan berlangsung dipengadilan maupun diluar gedung pengadilan. Di Indonesia sendiri, istilah Contempt Of Court pertama kali ditemukan dalam penjelasan umum UU No.14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung butir 4 alinea ke-4, yaitu sebagai berikut :

“Selanjutnya untuk dapat lebih menjamin teciptanya suasana yang sebaik-baiknya bagi penyelenggara peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan pancasila, maka perlu dibuat suatu Undang-undang yang mengatur penindakan terhadap perbuatan, tingkah laku, sikap dan/atau ucapan yang merendahkan dan merongrong kewibawaan, martabat dan kehormatan badan peradilan yang dikenal sebagai Contempt Of Court”

Berdasarkan definisi Contempt Of Court diatas, maka secara singkat Contempt Of Court dapat diartikan sebagasi suatu perbuatan baik secara aktif ataupun pasif, yang dilakukan baik di dalam pengadilan maupun diluar pengadilan yang dianggap melecehkan atau merongrong kewibawaan pengadilan. Selanjutnya, pengertian Contempt Of Court ini dapat diberlakukan kepada siapa saja baik secara individu atau bersama-sama. Pengertian tersebut tidak hanya terbatas pada pencari keadilan, terdakwa, penasihat hukum, saksi, pers, atau orang yang hadir dalam persidangan saja, tetapi juga aparat penegak hukum seperti jaksa, polisi dan hakim. Namun untuk saat ini, apalagi dengan melihat pemandangan yang terjadi di  pengadilan yang sudah semakin kacau, dan bahkan bukan hanya di dalam persidangan peradilan pidana, bahkan didalam persidangan yang membahas tentang Undang-undang dan peraturan-peraturan yang lebih sering disebut dengan Sidang Paripurna, juga sudah sering terjadi keributan yang berdampak terhadap kepercayaan masyarakat luas terhadap peradilan di Indonesia sudah semakin tidak ada.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

FORGIVE BUT NOT FORGOTEN PRESTASI PUTRA – PUTRI UNNES

4 Komentar Add your own

  • 1. prisanditiar  |  11/18/2008 pukul 2:16 pm

    Hukum di Indonesia semakin berkembang, lebih tertata dan mengacu pada UUD 1945. Sangat bagus untuk citra Negara yang sempat goncang akan penjahat2 yang kebal hukum. Terima kasih kepada Saudara-ku yg kuliah di Fakultas Hukum ini…

  • 2. izalb  |  04/17/2009 pukul 1:16 am

    mas, ada buku2 tentang contemp of court ga? atau cari bukunya dimana?tolong bisa dikasih tau tidak ya? saya sedang menulis skripsi tentang contemp of court…
    atau judul2 buku tentang itu

    tolong di kabari lewat email ya mas…

    terima kasih

  • 3. penalstudyclub  |  05/01/2009 pukul 9:31 am

    coba tanya ma penulis artikelnya aja langsung ya…
    ne FB nya :
    iyut_yadawa231@yahoo.com

    makasie,,

  • 4. Risendra  |  03/16/2015 pukul 4:10 pm

    Buku tentang contempt of court apa ya? Saya lagi nukis skripsi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

ADMIN

PSC RANK ON ALEXA

Alexa Certified Site Stats for www.penalstudyclub.wordpress.com

Top Clicks

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: