SEDIKIT TENTANG KDRT

11/07/2008 at 4:53 am 1 komentar

Oleh : Luhur Patitis

Perlu diketahui bahwa pembatasan pengertian Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga(PKDRT) yang terdapat dalam Undang – Undang No 23 Tahun 2004 adalah;” setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan, atau panderitaan secara fisik,seksual biologis, dan/atau penelantaran rumah tangga,termasuk ancaman untuk melaksanakan perbuatan, pemaksaan,atau perampasan kemerdekaan secara secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga”. (Pasal 1 ayat 1)

 

Adapun bentuk KDRT yang tersebut di atas dapat dilakukan suami terhadap anggota keluaraganya dalam bentuk; a). kekerasan fisik yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit atau luka berat. b). kekerasan spikis, yang mengakibatkan rasa ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya ,dll. c). kekerasan seksual, yang berupa pemaksaanseksual dengan cara yang tidak wajar,baik untuk suami maupun orang lain untuk tujuan komersil, atau tujuan tertentu. D). penelantaran rumah tangga yang terjadi dalam lingkup rumah tangganya, yang mana oleh hukum diwajibkan atasnya. Selain itu penelantran juga berlaku bagi setiap orang yang mengakibatkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi dan /atau melarang bekerja yang layak didalam atau diluar rumah, sehingga korban beradadibawah kendali orang tersebut.

 

Bagi korban KDRT undang – undang telah mengatur tentang hak – hak yang dapat dituntut terhadap pelakunya ,antara lain a). perlindungan dari pihak keluarga, kerpolisian, kejaksaan, pengadilan, advokad, lembaga social,atau pihak lain maupun atas penetapan perintah perlindungan dari pengadilan; b). pelayanan kesehatan berdasarkan kebutuhan medis; c). penanganan  kusus berkaitan dengan kerahasiaan korban; d). pendampingan oleh pekerja social dalam hal pembantuan hukum; e). pelatihan bimbingan rohani.Selain itu korban KDRT juga berhak untuk mendapatkan pelayanan demi pemulihan korban dari,tenaga kesehatan, pekerja social, relawan pendamping dan/atau pembimbing rohani(Pasal 10 UU No 23 Tahun 2004)


          Dan perlu diketahui juga, bahwa pada umumnya UU No.23 tahun 2004 tentang PKDRT, bukan hanya melulu ditujukan kepada seorang suami, tapi juga bisa ditujukan kepada seorang isteri yang melakukan kekerasan terhadap suaminya, anak-anaknya, keluarganya atau pembantunya yang menetap tinggal dalam satu rumah tangga tersebut

Entry filed under: Berita. Tags: .

Masalah Penyimpangan Sosial FORGIVE BUT NOT FORGOTEN

1 Komentar Add your own

  • 1. Feni  |  05/27/2011 pukul 3:17 pm

    Hari ini tgl 27 malam bulan mei 2011. Sy d pukul suami sy bertubi2. Sy harus lapor kemana??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

ADMIN

PSC RANK ON ALEXA

Alexa Certified Site Stats for www.penalstudyclub.wordpress.com

Top Clicks

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: