Membedah sisi Gelap tarifisasi Bakal Calon Legislatif

10/23/2008 at 9:46 am 3 komentar

Oleh: Muhammad Iftar Aryaputra

Bukan merupakan rahasia umum lagi, dimana parpol-parpol dalam mengusung baleg, baik yang akan memperebutkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat baik tingkat pusat maupun daerah, sudah melakukan maneuver pasang tarif untuk para baleg dari parpolnya. Menurut data yang dihimpun (KP2KKN, 2004: 153) dalam pemilu 2004 saja, tarif untuk kursi DPR dari DPW Parpol X Jawa Tengah, ditetapkan tarifnya adalah 150-200 juta. Masih dalam parpol yang sama, untuk kelas DPRD provinsi, tarifnya lebih “rendah” dan berkisar antara 50-75 juta. Sedangkan dalam kasta terakhir jabatan Dewan Perwakilan Rakyat, yaitu DPRD Kabupaten/ kota yang akan diduduki kader Parpol X diharuskan membayar sejumlah 25 juta. Dalam masyarakat sendiri, sudah timbul semacam sinisme publik terhadap kasus tarifisasi yang dilakukan parpol terhadap para baleg-nya. Kemudian munculah pertanyaan, apa sesungguhnya maksud dari tarifisasi baleg? Apakah para baleg terkesan menutup mata terhadap dampak yang ada di dalam masyarakat, ataukah mereka hanya membuka sebelah matanya dalam kasus tarifisasi baleg? Dan apakah mereka tidak menyadari dampak mikro dan makro dari kebijakan parpol yang sama sekali tidak bijaksana (unwises), dan atau apakah mereka masih tidak juga menyadari bahwa dengan adanya tarifisasi caleg akan menyuburkan praktek korupsi di Negara kita yang sudah semakin menggurita di segala dimensi kehidupan? Dan bagi para elit parpol, apakah mereka tidak menyadari dengan memasang tarifisasi balon caleg akan semakin menstrukturkan korupsi di tengah-tengah hierarki dan birokrasi organisasi publik di negara kita? Mengapa dalam tulisan ini dikatakan bahwa tarifisasi sama halnya korupsi yang terstruktur? Hal ini dapat disebabkan oleh akses para wakil rakyat yang terseleksi lewat program tarifisasi, harus berjuang untuk mengembalikan modal yang telah dikeluarkan sebagai primary target goal mereka. Sehingga mereka seolah berlomba untuk memupuk harta kekayaan dari lumbung emas yang bernama Dewan Perwakilan Rakyat. Dalam alur pikir penulis timbul pertanyaan, mengapa banyak anggota masyarakat yang berbondong-bondong untuk menduduki jabatan eksklusif di negeri ini, bila halnya ada tarifisasi caleg  yang (dapat dipastikan) ujung-ujungnya adalah untuk mengembalikan dan menambah modal yang dikeluarkan, dan itu berarti sama halnya melakukan perbuatan korupsi. Lantas, buat apa para petinggi parpol memasang tarif terhadap para balon caleg  yang akan maju dalam percaturan perpolitikan di negeri ini apabila ujung-ujungnya adalah seperti yang tertulis diatas? Sehingga, demi cerahnya masa depan bangsa dan negara ini, khususnya pasca pesta demokrasi di negara ini pada tahun 2009 yang akan datang,  sudah selayaknya para elit parpol menghapus kebijakan tarifisasi caleg dan mengganti dengan kebijakan yang lebih humanistis. Karena bagimanapun juga, tarifisasi bakal calon anggota legislatif adalah korupsi terstruktur.

 

Entry filed under: Berita. Tags: .

POLEMIK PIDANA MATI Masalah Penyimpangan Sosial

3 Komentar Add your own

  • 1. hutabarat  |  03/12/2009 pukul 7:06 am

    Sadar atau tidak sadar memang demikianlah sistem partai di Indonesia, mungkin dapat disamakan dengan proses jual beli. Apapun ceritanya masuk ke dalam partai layaknya masuk ke sebuah gedung bioskop. Orang yang mampu membeli tiket akan mendapatkan film yang dia inginkan.
    Terkadang aku berpikir seandainya orang-orang yang ada di parlemen sana bukan orang partai apa yang terjadi??
    Apakah negeri ini akan langsung kiamat??????????

  • 2. agust hutabarat  |  03/14/2009 pukul 6:35 am

    seandainya parlemen tidak di isi orang partai……
    ga ada istilah ini bang……..

  • 3. penalstudyclub  |  03/23/2009 pukul 2:19 am

    semua sistem itu sudah benar, tapi orang yag menggunakan sistem itulah kadang yang tidak benar. disini akan saya umpakan apabila ada sebuah sapu, bagaimana pun pandainya orang yang menggunakan sapu tersebut, kalo memang digunakan untuk hal yang gk benar, tetap sapu itu tidak akan berfungsi sebagaimana seharusnya.

    =admin=

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

ADMIN

PSC RANK ON ALEXA

Alexa Certified Site Stats for www.penalstudyclub.wordpress.com

Top Clicks

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: